Bagaimana Proses Terjadinya Angin Darat?

Foto oleh Jonas Ferlin dari Pexels

Ketika kita melihat dunia, begitu banyak fenomena yang terjadi dan mungkin saja tidak kita ketahui penyebabnya. Misalnya saja, bagaimana angin bisa terbentuk atau mengapa nelayan berlayar pada malam hari dan kembali pada siang hari?

Sederhananya, angin terbentuk karena adanya gerakan udara yang disebabkan oleh perbedaan tekanan. Perbedaan ini akan mengakibatkan gerakan udara dari dari tekanan tinggi ke tekanan yang rendah sehingga terbentuknya angin.

Pola gerakan udara ini dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu konveksi, adveksi dan turbulensi. Adveksi merupakan gerakan udara yang arahnya mendatar atau horizontal. Konveksi adalah gerakan udara dengan arahnya yang vertikal. Sementara itu, turbulensi adalah perubahan kecepatan gerak udara dan arahnya disebabkan faktor tersebut. 

Baca juga:  Kejar Persiapanmu dengan Paket Intensif UTBK SNBT dari Ruangguru

Salah satu jenis angin berdasarkan arah tiupnya adalah angin darat. Angin darat inilah yang biasa dimanfaatkan nelayan ketika ingin berlayar.  Untuk memahami lebih jelas, simak penjelasannya berikut ini. 

Apa itu Angin?

Angin merupakan udara bergerak yang disebabkan adanya rotasi bumi serta perbedaan tekanan udara disekitarnya. Prinsip utama udara adalah bergerak dari daerah yang memiliki tekanan udara tinggi ke tekanan udara rendah. Beberapa faktor yang menyebabkan munculnya angin yaitu lokasi, tingginya lokasi, waktu, dan gradien barometris. 

Angin sendiri dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan manusia, misalnya dijadikan sebagai sumber pembangkit listrik, memberikan kesegaran, membantu penyerbukan tanaman, penggerak alami perahu nelayan, menerbangkan pesawat, penggerak pompa irigasi, dan masih banyak lagi. 

Baca juga:  Cara Membuat CV Lulusan SMA Menarik

Proses Terjadinya Angin Darat

Angin darat adalah angin yang terbentuk karena tekanan udara pada permukaan laut lebih rendah dibandingkan tekanan udara di daratan. Hal ini menyebabkan udara akan bergerak dari darat ke laut sehingga terbentuklah angin darat. 

Angin darat biasanya terjadi di malam hari. Hal ini karena pada malam hari daratan akan lebih mudah menyerap dan melepaskan energi panas dibandingkan permukaan laut. Dengan begitu, terjadi gerakan konvensi yang menyebabkan udara dingin dari daratan akan bergerak ke lautan untuk menggantikan udara panas di permukaan laut yang bergerak ke atas. 

Manfaat Angin Darat

Angin darat biasanya dimanfaatkan oleh nelayan untuk melakukan pelayaran sebab rute udara dengan rute nelayan searah. Hanya dengan modal layar, nelayan dapat mengarungi laut menggunakan angin sehingga menghemat biaya yang dikeluarkan. Selain itu, jenis angin ini juga memiliki berbagai manfaat lainnya, salah satunya sebagai berikut ini:

  1. Membantu penyerbukan tanaman
  2. Menyejukkan udara karena membawa uap air
  3. Memberikan suhu ideal bagi perkembangan tanaman
  4. Menunjang transportasi laut
  5. Mempercepat proses pendinginan
Baca juga:  Jurusan Ilmu Komunikasi Jadi Prodi Favorit di SBMPTN 2022, Inilah Mata Kuliah dan Prospek Kerjanya yang Super Menarik

Itulah penjelasan terkait bagaimana proses terjadinya angin darat. Semoga membantu dan dapat menambah wawasan pembaca.

Sumber:

www.detik.com/edu/detikpedia/d-5561215/angin-darat-dan-angin-laut-ini-pengertian-karakteristik-dan-prosesnya

kumparan.com/berita-update/pengertian-angin-darat-dan-angin-laut-serta-fungsinya-bagi-kehidupan