Bagaimana Proses Penyusunan Naskah Teks Proklamasi?

Sumber foto: id.wikipedia.org

Perayaan 17 Agustus menjadi momen paling ditunggu-tunggu bagi seluruh rakyat Indonesia. Bagaimana tidak, bayangkan saja, setelah dijajah beratus-ratus tahun, dengan begitu banyak pengorbanan, Indonesia dapat mengumumkan kemerdekaannya.

Selain berbagai lomba akan diadakan dan Paskibra yang begitu memukau sebagai bentuk perayaan hari kemerdekaan Indonesia, momen pembacaan teks proklamasi yang begitu dalam maknanya turut menjadi bagian paling ditunggu. Teks proklamasi ini berisi pengumuman kemerdekaan Indonesia yang pertama kali dibacakan oleh Ir.Soekarno pada hari kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 1945.

Nah, bagaimana proses penyusunan naskah teks proklamasi hingga dapat menjadi tanda penting kemerdekaan Indonesia? Artikel ini akan membahas secara singkat sejarah teks proklamasi.

Proses Penyusunan Naskah

Sejarah panjang Indonesia mencatat, proses penyusunan teks proklamasi bukanlah sesuatu yang mudah. Mari kita lihat prosesnya:

Baca juga:  Apa saja Organ Reproduksi Wanita dan Pria? Berikut Penjelasannya

1.Kekalahan Jepang Kepada Sekutu

Pada tanggal 6 dan 9 Agustus 1945, bom di Jepang yang diluncurkan oleh Amerika serikat membuat Negari Sakura ini akhirnya menyerah kepada sekutu. Mendengar peristiwa tersebut, golongan muda Indonesia mendesak Soekarno dan Hatta agar segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Pada 12 agustus 1945, tiga tokoh nasional, yaitu Ir. Soekarno, Drs. Moh Hatta, dan Dr. Radjiman Wedyodiningrat bertemu dengan tokoh-tokoh Jepang di Vietnam, mereka memperoleh beberapa hasil salah satunya bahwa Jepang akan memberikan kemerdekaan kepada Indonesia.

2.Peristiwa Rengasdengklok

Adanya perbedaan pendapat antara golongan tua dan golongan muda menyebabkan terjadinya peristiwa Rengasdengklok. Golongan muda ingin agar Indonesia segera memproklamasikan kemerdekaannya, sedangkan golongan tua ingin menunggu keputusan dari Jepang.

Baca juga:  Inilah Perbedaan Psikologi Saintek dan Soshum, Pilih Mana?

Akhirnya pada 16 Agustus 1945 dini hari, golongan muda menculik golongan tua untuk mendesak mereka mengumumkan kemerdekaan. Pada hari itu, disepakati bahwa kemerdekaan Indonesia akan diumumkan esok harinya, yaitu 17 Agustus 1945.

3.Penyusunan Teks Proklamasi

Setelah dari Rengasdengklok, golongan tua ke rumah Tadashi Maeda, Kepala Penghubung Angkatan Laut dan Angkatan Darat tentara Jepang di Jakarta. Di rumah tersebutlah mereka merumuskan teks proklamasi.

Mulanya, naskah proklamasi berbentuk tulisan tangan oleh Soekarno dan ada beberapa coretan. Kemudian, setelah diskusi panjang naskah pun selesai dirumuskan. Hasil tersebut kemudian diketik oleh Sayuti Melik. Teks asli dan teks ketikan memiliki beberapa perbedaan, ada redaksi kata yang diganti, salah satunya wakil-wakil rakyat Indonesia menjadi atas nama bangsa Indonesia.

Baca juga:  Mengapa Kita Harus Menghemat Listrik? Ini Alasannya

Teks tersebut lalu dibaca oleh Ir. Soekarno pada 17 Agustus 1945 di Jalan Pegangsaan Timur No. 56, halaman rumah presiden pertama Indonesia. Lalu dilanjutkan dengan pengibaran sang saka Merah Putih.

Itulah proses penyusunan naskah teks proklamasi. Semoga bisa menambah wawasan kamu tentang bagaimana proses penyusunan naskah teks proklamasi.

Sumber:

https://edukasi.okezone.com/read/2022/02/11/624/2545630/begini-proses-penyusunan-teks-proklamasi-kemerdekaan

https://www.sosiologi.info/2022/04/bagaimana-proses-penyusunan-teks-proklamasi-kemerdekaan.html