Bagaimana Proses Pembuatan Tempe?

Sumber foto dari commons.wikimedia.org

Tempe adalah salah satu sajian yang digemari begitu banyak orang. Walaupun sederhana, namun tempe dapat disulap menjadi berbagai olahan yang siap menemani makanmu setiap hari. Selain rasanya yang nikmat dan harga terjangkau, tempe juga memiliki begitu banyak manfaat bagi kesehatan. Dibalik tempe yang biasa ditemui di pasar, tentu ada proses pembuatan dari bahan dasar hingga jadi tempe. 

Proses Pembuatan Tempe

Tempe adalah hasil olahan dari produk non susu, yang mana bahan utamanya adalah kedelai dan ragi. Untuk mengetahui bagaimana proses pembuatan tempe, simak informasi berikut ini:

1.Memilih dan Mencuci Kedelai

Biji kedelai yang digunakan sebagai bahan tempe harus melewati proses seleksi. Kedelai yang tidak bagus perlu dipisahkan  agar tempe yang dihasilkan berkualitas. Setelah disortir, selanjutnya kedelai dicuci dengan air bersih dan dilakukan berulang-ulang agar kotoran seperti pasir yang menempel dapat benar-benar hilang. 

Baca juga:  Apa Itu Teks Berita? Temukan Pengertian, Ciri dan Strukturnya

2.Perendaman Awal 

Setelah dicuci bersih, Kedelai direndam dalam air selama 12 jam. Proses ini akan memudahkan pengupasan kulit biji kedelai. Pada saat kedelai direndam akan terjadi proses fermentasi oleh bakteri yang ada dalam air.

3.Pengupasan Kulit Kedelai

Setelah direndam, kulit kedelai selanjutnya dipisahkan. Jika kedelai dalam jumlah yang besar, pengupasan dilakukan dengan cara menginjak-injak biji kedelai. Tetapi jika jumlahnya sedikit, bisa dilakukan dengan bantuan pengupas biji atau menggunakan tangan kosong.  

4.Perendaman Lanjutan

Untuk mencapai tingkat keasaman yang baik yaitu kisaran 3,5 sampai 5,2 pH, maka setelah dilakukan pengupasan kulit kedelai, selanjutnya dilakukan perendaman lanjutan.

5.Pencucian Kedelai

Pencucian Kedelai berfungsi untuk menghilangkan bakteri dan mikroorganisme yang muncul saat perendaman. Selain itu, pencucian juga dilakukan untuk membuang kelebihan asam dan lendir setelah direndam. 

Baca juga:  Dikenal Sebagai Kerajaan Terbesar di Nusantara, Begini Sejarah Kerajaan Majapahit

6.Perebusan

Setelah dicuci kembali, kedelai lalu direbus untuk mensterilkan dan mematikan mikroorganisme yang tumbuh saat perendaman. Lama perebusan dapat disesuaikan dengan kondisi bahan. Umumnya perebusan dilakukan selama 40-60 menit.

7.Tiriskan dan Dinginkan

Kedelai yang sudah direbus lalu ditiriskan dan dibiarkan ditebarkan di atas nampan lebar dan besar agar kedelai cepat dingin.

8.Penambahan Ragi

Penambahan ragi dilakukan saat kedelai bersuhu sekitar 37°C dengan takaran 1 sendok makan ragi per 1 kg kedelai. 

9.Pembungkusan Bahan

Setelah ragi sudah dicampur dan diaduk rata, dilakukan proses pembungkusan, misalnya menggunakan daun pisang atau plastik. 

10.Fermentasi, Pemecahan Senyawa Kompleks

Setelah dibungkus, olahan tersebut difermentasi pada suhu 38-40°C. Proses ini dilakukan selama 1 sampai 2 hari dengan suhu tetap untuk dapat menghasilkan tempe segar yang dapat dikonsumsi.

Baca juga:  Mengapa Minyak Bumi Tidak Dapat Diperbarui

Nah, itulah penjelasan singkat tentang bagaimana proses pembuatan tempe.

Sumber:

https://kumparan.com/kabar-harian/proses-pembuatan-tempe-kedelai-dengan-cara-tradisional-1wIrX3t5gs3

https://id.wikipedia.org/wiki/Tempe