Bagaimana Proses Pembuatan Garam? Begini Jawabannya

Sumber: merdeka.com

OMTELOLET – Kekayaan laut Indonesia memiliki banyak manfaat, tidak hanya makhluk hidupnya, tetapi juga dapat menghasilkan garam. Melalui berbagai proses pengolahan, masayrakat bisa menikmati masakan dengan lebih nikmat dengan adanya garam. Lantas, bagaimana proses pembuatan garam?

Luasnya laut Indonesia, 97 persennya merupakan air yang mengandung garam, sisanya adalah air tawar. Salah satu produk yang bisa didapatkan dari lautan Indonesia tersebut adalah garam. Salah satu bumbu dapur yang wajib ada untuk menambah cita rasa masakan.

Proses Pembuatan Garam Secara Tradisional

Saat ini, pembuatan garam bisa dilakukan menggunakan berbagai teknologi canggih. Namun, hal itu tidak meninggalkan cara-cara tradisionalnya. Adapaun, beberapa cara yang dapat dilakukan dalam proses pembuatan garam tradisional adalah sebagai berikut.

  1. Mengalirkan Air Laut ke Tempat yang Luas

Untuk mengalirkan air laut, biasanya sudah dipersiapkan sepetak tanah khusus. Tempat ini nantinya digunakan untuk menampung air laut dan mengalami proses penguapan. Selain menggunakan timba, proses ini juga bisa memanfaatkan pasang-surut air laut.

Baca juga:  Pembahasan Seputar Peta Konsep Gelombang Bunyi

Jika menggunakan pasang surut air laut, maka tanah sebisa mungkin diposisikan tidak terlalu tinggi. Jadi, ketika air sedang pasang, penutu dibuka agar bisa mengalir ke dalam tanah yang disiapkan. Sehingga, ketika surut, penutup air ditutup agar air terjebak di dalamnya.

  1. Menjemur di Bawah Terik Matahari

Air laut yang telah dikumpulkan dalam sepetak tanah tersebut kemudian dijemur di bawah terik sinar matahari agar air laut bisa menguap dan menyisakan butiran kristal yang menjadi garam.

  1. Proses Memanen

Penguapan air laut yang terjadi kemudian akan meninggalkan garam yang akan dipanen. Petani garam biasanya tinggal mengumpulkan dan mengambilnya untuk dijual di pasaran.

Proses Pembuatan Garam Beryodium

Garam yodium atau iodium, adalaah garam yang mengandung komponen NaCl minimal 94,7%, air laut max 5% dan Kalium lodat (K103) sebanyak 30-80 ppm (mg/kg), serta senyawa-senyawa lainnya.

Baca juga:  Ilmu Pemerintahan Gelarnya Apa? Cek Infonya Disini

Pada dasarnya, cara membuat gara beryodium hanya perlu menambahkan zat iodimum (KIO3). Tujuannya adalah untuk mencukupi kebutuhan zat iodium dalam tubuh manusia.

Sebab, Jika tubuh kekurangan zat iodium dapat menyebabkan masalah kesehatan berupa pembesaran pada kelenjar tiroid, atau yang lebih dikenal dengan penyakit gondok.

Dalam proses pembuatan garam yodium, harus dilakukan secara kontinyu, dan jangan sampai berhenti. Tujuannya agar zat iodium dan garam bisa bercampur dengan sempurna. Untuk itulah perlu menggunakan tenaga mesin dalam mengerjakannya.

Demikian uraian mengenai proses pembuatan garam yang bisa kamu ketahui, semoga bermanfaat.