Bagaimana Proses Berdirinya Dinasti Abbasyiyah? Ini Jawabannya

Sumber: gramedia.com

OMTELOLET – Dinasti Abbasyiyah merupakan salah satu kekhalifahan yang berkembang pada masa setelah khulafa’urrasyidin. Tepatnya, Dinasti Abbasyiyah ini berdiri pada tahun 750 M, yakni setelah menumbangkan Dinasti Umayyah. Lantas, bagaimana proses berdirinya Dinasti Abbasyiyah?

Sejarah berdirinya Dinasti Abbasyiyah ini tidak dapat dilepaskan dari adanya peperangan yang bergejolak. Lantas, kenapa berdirinya dinasti ini harus diawali dengan peperangan bukan kedamaian? Oleh karena itu, simak uraian berikut ini untuk memahami sejarahnya.

Apa Itu Dinasti Abbasyiyah?

Nama Abbasyiyah sendiri diambil dari nama pendiri pertamanya, yakni keturunan dari Abbas bin Abdul Muthalib. Artinya, ia merupakan salah seorang keturunan paman Rasulullah dari Bani Hasyim.

Dinasti Abbasyiyah ini berkuasa lebih darui 5 abad lamanya, yakni dari tahun 750 M hingga 1258 M. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, sejarah berdirinya dinasti ini tidak bisa dilepaskan dari adanya peperangan yang bergejolak.

Baca juga:  5 Tips Hadapi UTBK/SNBT 2023, Pasti Lolos PTN Impian!

Proses Berdirinya Dinasti Abbasyiyah

Mulanya, cicit dari Abbas, yakni Muhammad bin Ali atau yang biasa dikenal dengan Muhammad Al-Kamil mengampanyekan untuk mengembalikan kekuasaan pemerintahan ke tangan keluarga Bani Hasyim di Persia.

Kampanye tersebut dilakukan ketika Umar bin Abdl Aziz masih menjabat sebagai khalifah bani Umayyah. Hal itu semakin memuncak pada masa pemerintahan khalifah Marwan II. Hingga pada masa akhir pemerintahan dinasti Umayyah, terdapat kelompok Bani Hasyim yang teraniaya.

Hal itulah yang memicu adanya peperangan atau perlawanan dari Bani Hasyim. Berbagai kelompok pun turut melakukan perlawanan untuk menaklukkan dinasti Umayyah yang saat itu berada pada masa kepemimpinan Marwan II.

Sehingga, Abul Abbas As-Saffah yang saat itu memimpin kelompok bani Hasyim berhasil meruntuhkan bani Umayyah dan diangkat sebagai khalifah pertama Abbasyiyah.

Baca juga:  Sejarah Bola Voli yang Harus Kamu Tahu

Strategi Perebutan Tahta

Adapun strategi yang digunakan bani Abbasyiyah dalam menggulingkan dinasti Umayyah adalah dengan memusatkan kegiatannya pada tiga kota, yakni Al Humaymah (Suriah) sebagai pusat perencanaan, Kufah (Irak) sebagai penghubung, dan Khurasan (Iran) sebagai pergerakan.

Bani Abbasyiyah yang dipimpin oleh Muhammad bin Ali kemudian melakukan propaganda yang sangat efektif untuk menggalag dukungan. Salah satu contohnya adalah dengan tidak menonjolkan nama Bani Abbasyiyah dalam gerakan ini, tetapi menggunakan nama Bani Hasyim.

Hal itu untuk menghindari perpecahan kelompok dengan Syi’ah yang merupakan pendukung fanatic Ali bin Abi Thalib. Dengan berbagai propaganda yang efektif, akhirnya Bani Abbasyiyah pun dapat didirikan.

Nah, demikian proses berdirinya dinasti Abbasyiyah yang dapat kamu ketahui secara singkat. Semoga uraian ini bisa membantu kamu menjawab pertanyaan tersebut.