Bagaimana Contoh Membuat Portofolio yang Baik dan Benar?

Sumber: Freepik

Portofolio menjadi salah satu hal penting yang harus dimiliki para jobseeker (pencari kerja). Umumnya, portofolio digunakan saat hendak melamar pekerjaan. Dalam hal ini, pemberi kerja akan melihat portofolio seseorang untuk melihat bagaimana hasil kerjanya dan mempertimbangkannya.

Portofolio adalah kumpulan hasil karya dan pencapaian seseorang yang kemudian didokumentasikan untuk dapat dilihat perkembangan orang tersebut. Banyak manfaat membuat portofolio mulai dari menunjukkan profesionalitas, membuka potensi untuk mendapatkan klien, hingga membangun personal branding.

Sebagian dari kita mungkin ada yang salah kaprah tentang portofolio. Tak jarang ada yang menganggap portofolio ini sama dengan curriculum vitae (CV) padahal keduanya memiliki perbedaan yang jelas. CV menampilkan riwayat hidup atau data pribadi seseorang, sedangkan portofolio memperlihatkan hasil karya yang pernah dibuat orang tersebut. 

Baca juga:  Bagaimana Penerapan Pancasila Sebagai Dasar Negara di Masa Awal Kemerdekaan?

Contoh Membuat Portofolio

Bagi kamu yang belum tahu bagaimana cara membuat portofolio, kamu bisa mengikuti langkah-langkahnya sebagai berikut ini:

1.Buatlah Daftar Isi 

Saat membuat portofolio, ada baiknya kamu membuat daftar isi agar pembaca dapat lebih mudah melihat portofolio yang kamu buat. Dengan daftar isi ini, pembaca akan mudah menemukan bagian mana yang akan mereka lihat pertama kali.

2.Lampirkan data diri

Pada dasarnya, portofolio memang menampilkan hasil karya seseorang. Namun sebagai pendukung, ada baiknya kamu juga perlu melampirkan data diri agar pembaca dapat mengetahui identitas kamu. Kamu bisa menambahkan informasi pribadi seperti contact person, pendidikan dan pengalaman kerja. 

Baca juga:  Apa saja Peninggalan dari Kerajaan Majapahit? Cek Jawabannya Disini

3.Jelaskan Tujuan 

Selain hasil karya, kamu juga perlu menampilkan tujuan yang ingin kamu capai baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Jelaskan visi dan misi yang akan kamu lakukan agar pembaca bisa memberikan penilaian pada dirimu. 

4.Jelaskan Keterampilan dan Pengalaman

Pada bagian ini, kamu bisa menguraikan keterampilan yang kamu miliki. Misalnya kemampuan dalam menggunakan sebuah aplikasi, keterampilan komunikasi, dan lain sebagainya. Selain itu, kamu juga bisa menampilkan pengalaman yang pernah kamu alami. Usahakan pengalaman tersebut yang berhubungan dengan dunia kerja.

5.Lampirkan Contoh Hasil Karya yang Pernah Kamu Buat

Poin penting dalam membuat portofolio adalah kamu wajib menampilkan hasil karya yang pernah kamu buat. Kamu bisa melampirkan beberapa bukti dokumentasi, baik berupa sertifikat, foto, tulisan dan video. 

Baca juga:  Apa yang Dimaksud dengan Kalimat Ajakan?

6.Lampirkan Testimoni Klien 

Terakhir, kamu juga bisa menampilkan testimoni orang yang pernah menjadi klien kamu. Walaupun sifat lampiran ini opsional, namun tetap akan menjadi nilai tambah pada portofoliomu. 

Itulah contoh membuat portofolio yang dapat kamu ikuti caranya. Semoga membantu, terutama bagi kamu yang belum tahu bagaimana cara membuat portofolio.