Apa yang Dimaksud dengan Kalimat Thayyibah? Ini Penjelasannya!

Tak bisa dipungkiri, mungkin menjaga lisan adalah hal yang sepertinya sulit dikendalikan. Apalagi di dunia yang serba digital ini. Dibalik pengguna anonim yang kerap menjadi tameng untuk berkata kasar dan mencela orang lain. 

Tutur kata dalam agama Islam selalu menjadi pelajaran yang tak ada habisnya. Adab dalam berbicara adalah dengan menjaga lisan dengan mengucapkan kata-kata yang baik. Kalimat baik yang diucapkan ini disebut sebagai kalimat thayyibah. Jadi, apa yang dimaksud dengan kalimat thayyibah? Mari kita bahas!

Pengertian Kalimat Thayyibah

Kalimat thayyibah merupakan kalimat-kalimat yang mengandung kebaikan didalamnya. Secara epistemologi, thayyibah berasal dari bahasa arab, “At-thaybah” yang berarti baik. Kalimat thayyibah adalah kata-kata baik yang dalam pandangan islam intinya adalah kalimat tauhid dan dzikir.

Baca juga:  Review Skill Academy Pro: Solusi Raih Karir Impian

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad dari Abu Hurairah, Rasulullah Saw bersabda, “Kalimat thayyibah adalah sedekah, dan setiap langkah yang dijalankan menuju shalat atau masjid adalah sedekah.” 

Contoh Kalimat Thayyibah

Jika di telisik, banyak kata-kata baik yang dapat diucapkan. Kalimat thayyibah yang paling utama adalah kalimat yang berisi kata-kata bermakna tauhid, pujian dan penghambaan kepada Allah, seruan melakukan kebajikan, peringatan pada kemungkaran, dan kata lain yang merupakan bentuk manifestasi keimanan seseorang. 

Di antara banyaknya kalimat thayyibah, ada 4 yang paling utama, yaitu:

  1. Subhanallah (Maha suci Allah)
  2. Alhamdulillah (Segala puji bagi Allah)
  3. Laa ilaaha illallah (tidak ada tuhan selain Allah)
  4. Allahu akbar (Allah maha besar)
Baca juga:  Mengapa Benua Eropa Disebut Benua Biru?

Siapapun yang mengucapkan kalimat tersebut dengan penuh keyakinan dan hati yang ikhlas akan mendapat ganjaran, berupa akan digugurkan kesalahan-kesalahan yang pernah diperbuat seperti pohon yang menggugurkan daunnnya. Hal ini sesuai dengan Hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Abu Darda’. 

Mengapa Penting Untuk Mengaplikasikan Kalimat Thayyibah?

Imam Al-Ghazali menjelaskan lima alasan pentingnya menjaga lisan. Pertama, ucapan yang dikeluarkan dapat mempengaruhi seluruh bagian tubuh lainnya dalam mendapatkan taufik. Seperti yang diriwayatkan oleh ulama Malik Bin Dinar bahwa apabila kamu merasakan keras hati dan tubuh melemah dan rezeki terhalang, itu karena ucapan yang tidak bermanfaat. 

Kedua, menjaga agar waktu tidak terbuang sia-sia sebab selain dzikir atau kalimat thayyibah, banyak kalimat lain yang bisa membuang waktu. Ketiga, memelihara amalan shaleh, sebab orang yang tidak bisa menjaga lisan atau terlalu banyak bicara dapat terjebak dalam pembicaraan ghibah dan menggunjing. 

Baca juga:  Sejarah Asean, Latar belakang dan Anggotanya

Keempat, dapat menyelamatkan dari bencana baik di dunia maupun di akhirat. Dan yang kelima, dengan kalimat thayyibah dapat mengingatkan dari kesengsaraan dan hukuman akhirat. 

Itulah penjelasan mengenai apa yang dimaksud dengan kalimat thayyibah. Marilah kita senantiasa menjaga lisan dan mengucapkan kalimat-kalimat baik dalam kehidupan sehari-hari.