Apa yang Dimaksud dengan Kalimat Majemuk? Ini Penjelasannya!

Foto oleh Nitin Arya dari Pexels

Saat belajar bahasa Indonesia di bangku sekolah, kita tentu pernah diajarkan membuat sebuah kalimat yang baik dan benar. Singkatnya, kalimat merupakan rangkaian kata atau klausa yang berdiri sendiri dan memiliki sebuah makna lengkap di dalamnya. Salah satu jenis kalimat yang sering digunakan adalah kalimat majemuk. 

Jika kamu tertarik dengan dunia kepenulisan, tentu kamu tidak akan asing dengan istilah kalimat majemuk tersebut. Jadi, apa yang dimaksud dengan kalimat majemuk? Apa saja jenis-jenisnya? Dan bagaimana contoh kalimat tersebut? Berikut ini akan penjelasannya. 

Pengertian Kalimat Majemuk 

Setiap kalimat terdiri dari sebuah klausa atau rangkaian kata yang berupa paduan subjek dan predikat, dapat ditambahkan objek, pelengkap dan keterangan. 

Keraf (1984:167) menjelaskan bahwa kalimat majemuk merupakan kalimat yang mengandung dua pola kalimat atau lebih. Hal ini sejalan dengan yang dipaparkan oleh Chaer (1994:243) bahwa Kalimat majemuk adalah sebuah kalimat yang di dalamnya terdiri dari lebih dari satu klausa.

Baca juga:  Begini, Cara Mudah Mengenali Perbedaan Saintek dan Soshum

Kalimat majemuk dalam KBBI dijelaskan sebagai sebuah kalimat yang terdiri dari dua atau lebih klausa yang dipadukan menjadi satu kesatuan. Yang mana antarklausa digunakan konjungsi atau kata hubung sebagai jembatan agar membentuk sebuah kalimat runtut. 

Karakteristik Kalimat Majemuk

Untuk membedakan kalimat majemuk dengan kalimat lainnya, terdapat beberapa ciri-ciri yang dimiliki, yaitu: 

  1. Memiliki lebih dari 1 subjek dan predikat
  2. Terdapat perluasan atau penggabungan kalimat inti
  3. Terdapat pola kalimat baru dari perluasan atau penggabungan tersebut

Jenis-jenis Kalimat Majemuk 

Kalimat majemuk pada dasarnya memiliki konjungsi yang berbeda-beda. Berdasarkan hal tersebut, kalimat majemuk dapat diklasifikasikan menjadi beberapa bentuk, yakni : 

1.Kalimat Majemuk Setara, yaitu kalimat majemuk yang terdiri dari dua klausa atau lebih dengan kedudukan sederajat.  Artinya keduanya tidak saling bergantung namun menjadi kesatuan dengan kata penghubung. 

Baca juga:  Cara Akses Roboguru Plus Ruangguru yang Harus Kamu Tahu

Konjungsi yang digunakan dalam kalimat ini yaitu konjungsi koordinatif, misalnya dan, atau, tetapi, sedangkan, lalu, dan kemudian. 

Contohnya : Pagi itu, Dani sibuk memperbaiki sepedanya sedangkan Danu tetap asyik bermain ayunan. 

2.Kalimat Majemuk Bertingkat, yaitu kalimat majemuk yang memiliki anak dan induk kalimat, yang mana anak kalimat bergantung pada induk kalimat. Kalimat ini biasa disebut juga kalimat kompleks. 

Konjungsi yang digunakan tidak setara, misalnya meskipun, supaya, agar, karena, sebab, sehingga, maka, ketika, setelah, jika, apabila, walaupun, bahwa, dan sebagainya

Contohnya : Meskipun dirasa sulit, ujian itu tetap dapat diselesaikan Indah.

3.Kalimat Majemuk Campuran, yaitu kalimat gabungan dari kalimat majemuk setara dan bertingkat. 

Baca juga:  Proses Terjadinya Angin Laut

Contohnya : Saat semua lampu padam malam itu, kutarik selimut dan kupejamkan mataku, namun rasa takut tak kunjung hilang dari hati dan pikiranku.

4.Kalimat Majemuk Rapatan, yaitu beberapa kalimat tunggal yang digabung menjadi sebuah kalimat. Konjungsi yang digunakan adalah dan, juga, serta, dan lain-lain. 

Contohnya : Ani membeli buah, alat tulis, dan pakaian di pasar. 

Itulah penjelasan singkat mengenai apa yang dimaksud dengan kalimat majemuk. Semoga artikel ini dapat membantu pembaca memahami kalimat majemuk lebih dalam lagi. 

Sumber:
https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5854349/memahami-kalimat-majemuk-pengertian-jenis-jenis-dan-contohnya
https://kumparan.com/berita-hari-ini/kalimat-majemuk-pengertian-jenis-jenis-dan-contoh-1v6wYh9RUk0