Apa yang Dimaksud dengan Kalimat Baku? Berikut Penjelasan dan Contoh

OMTELOLET – Ada banyak jenis kalimat yang dipakai dalam Bahasa Indonesia, salah satunya adalah kalimat baku. Apa yang dimaksud kalimat baku? Simak selengkapnya materi berikut ini.

Kalimat baku sering dipakai dalam bahasa formal, dimana penggunaannya mengacu pada kegiatan resmi maupun akademis, misalnya surat resmi, tayangan berita, dan koran.

Pengertian Kalimat Baku

Kalimat baku adalah kalimat yang memiliki kesesuaian dengan kaidah Bahasa Indonesia baik dalam diksi (pilihan kata), struktur kalimat, maupun ejaan.

Selain itu, kalimat baku adalah kalimat yang secara efektif dapat dipakai untuk menyampaikan gagasan secara tepat dan menggunakan kata-kata baku.

Baca juga:  Bagaimana Cara Mengolah Hasil Panen?

Oleh karena itu, kalimat baku jarang digunakan dalam percakapan sehari-hari.

Syarat-syarat Kalimat Baku

Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi sebuah kalimat agar menjadi kalimat baku.

1. Logis

Kalimat dapat dikatakan sebagai kalimat baku apabila kalimat tersebut logis atau bisa diterima dengan akal sehat.

Contoh:

  • Bagi yang merokok di dalam kereta, harap dimatikan. (kalimat tidak baku)
  • Bagi yang merokok di dalam kereta, harap dimatikan rokoknya. (kalimat baku)

Meskipun kalimat di atas dinilai sangat komunikatif, namun kalimat tersebut tidaklah logis, karena akan menimbulkan makna lain (orang yang merokok yang dimatikan).

2. Hemat

Kalimat dapat dikatakan sebagai kalimat baku apabila tidak terdapat pemborosan kata di dalamnya.

Baca juga:  Komik Bentuk Seni Visual, Ini Pengertian, Jenis, Ciri, dan Contohnya

Contoh:

  • Pakaianmu sangat indah sekali. (kalimat tidak baku)
  • Pakaianmu indah sekali. (kalimat baku)

Kalimat di atas menggunakan kata yang berlebihan seperti kata sangat diikuti dengan kata sekali, sehingga menjadikan kalimat tersebut tidak efektif.

3. Padu

Kalimat dapat dikatakan sebagai kalimat baku apabila hubungan antar unsur kalimat memiliki kepaduan, agar tidak terjadi kesalahan penafsiran.

Contoh:

  • Akan saya tegur anak nakal itu. (kalimat tidak baku)
  • Anak nakal itu akan saya tegur. (kalimat baku)

Kalimat di atas tidak memenuhi unsur penyusunan kalimat secara utuh (S+P), yang ditunjukkan dengan tidak adanya unsur subjek di dalamnya. Kalimat di atas diawali dengan kata hubung yaitu kata “akan”.

4. Kesesuaian Struktur

Kalimat dapat dikatakan sebagai kalimat baku apabila memiliki struktur yang sesuai, agar tidak terjadi kerancuan makna.

Baca juga:  Apa Itu Skripsi? Pengertian, Jenis dan Sistematikanya

Contoh:

  • Ana membelikan sepeda adiknya. (kalimat tidak baku)
  • Ana membelikan sepeda untuk adiknya. (kalimat baku)

Maksud dari kalimat di atas adalah Ana membelikan sepeda untuk adiknya. Kalimat di atas sangat rancu, sehingga tidak dapat ditafsirkan.

Hal ini karena kalimat di atas bisa saja diartikan lain yaitu yang dibelikan Ana adalah sepeda, padahal yang dibelikan Ana bukan sepeda tetapi adiknya.

Ciri-ciri Kalimat Baku

Selain syarat yang telah disebutkan di atas, kalimat baku juga memiliki ciri supaya mudah membedakannya.

Berikut ini adalah ciri-cirinya untuk membedakan antara kalimat baku dan tidak baku.

  • memiliki tanda baca yang benar
  • ejaan yang benar
  • struktur bahasa yang tepat
  • menggunakan huruf kapital dengan tepat
  • menyampaikan gagasannya dengan baik atau tidak ambigu
  • dan tidak menggunakan pemborosan kata.

Nah, itulah materi lengkap mengenai kalimat baku dan contohnya. Semoga bermanfaat ya.