Apa Penyebab Runtuhnya Kerajaan Samudra Pasai? Yuk, Cari Tahu Disini

OMTELOLET – Tahukah kamu tentang kerajaan Islam yang pertama di Indonesia? Nah, jawabannya adalah Kerajaan Samudra Pasai. Yuk, simak sejarah hingga penyebab runtuhnya Kerajaan Samudra Pasai berikut ini.

Munculnya Kerajaan Samudra Pasai berawal daro datangnya para pedagang Islam dari India, Arab dan Persia ke Indonesia.

Kemudian, timbul pernikahan di antara pedagang Islam hingga memiliki keturunan dan menetap hingga terbentuk kerajaan bernama Samudra Pasai.

Sejarah Kerajaan Samudra Pasai

Nizamuddin Al Kamil adalah seorang yang mendirikan Kerajaan Samudra Pasai. Ia merupakan pemimpin angkatan laut dari Mesir pada tahu 1267 di Aceh.

Nizamuddin Al Kamil membangun Kerajaan Samudra Pasai dengan tujuan sebagai strategi dalam menguasai perdagangan rempah-rempah, terutama lada yang berlimpah.

Baca juga:  Kompre itu Apa? Begini Penjelasan yang Harus Kamu Tahu!

Silsilah Raja di Kerajaan Samudra Pasai

Kerajaan Samudera Pasai merupakan gabungan dari Kerajaan Pase dan Peurlak, dengan raja pertama Malik al-Saleh.

Malik al-Saleh adalah nama baru dari Meurah Silu setelah ia masuk agama Islam, dan merupakan sultan Islam pertama di Indonesia. Berikut silsilah kepemimpinan kerajaan Samudera Pasai.

  • Sultan Malik as-Saleh (1267-1297)
  • Sultan Al-Malik at Tahir I/Muhammad I (1297-1326)
  • Sultan Ahmad I (1326-133?)
  • Sultan Al-Malik at Tahir II (133?-1349)
  • Sultan Zainal Abidin I (1349-1406)
  • Ratu Nahrasyiyah (1406-1428)
  • Sultan Zainal Abidin (1428-1438)
  • Sultan Salahuddin (1438-1462)
  • Sultan Ahmad II (1462-1464)
  • Sultan Abu Zaid Ahmad III (1464-1466)
  • Sultan Ahmad IV (1466-1466)
  • Sultan Mahmud (1466-1468)
  • Sultan Zainal Abidin III (1468-1474)
  • Sultan Muhammad Syah II (1474 – 1495)
  • Sultan Al-Kamil (1495-1495)
  • Sultan Abdullah (1495-1506)
  • Sultan Muhammad Syah III (1506-1507)
  • Sultan Abdullah II (1507-1509)
  • Sultan Ahmad V (1509-1514)
  • Sultan Zainal Abidin IV (1514-1517)
Baca juga:  Contoh Esai Kesehatan yang Mudah

Di masa kejayaannya, Samudera Pasai menjadi salah satu pusat perdagangan yang cukup penting di asia. Letaknya yang strategis membuat wilayah kerajaan ini sering dikunjungi oleh para saudagar dari berbagai negara, seperti Cina, India, Siam, Arab, dan Persia.

Selain menjadi pusat perdagangan, Samudera Pasai juga menjadi pusat perkembangan agama Islam.

Kerajaan Samudera Pasai memiliki mata uang Dirham yang dibuat dari 70% emas murni 18 karat tanpa campuran kimia kertas dengan diameter 10 mm.

Kerajaan Samudera Pasai berdiri dari abad ke-13 hingga 16 M atau sekitar 3 abad hingga akhirnya runtuh akibat penyerangan yang dilakukan Portugis.

Keruntuhan Kerajaan Samudera Pasai

Kerajaan Samudera Pasai dibawah pemerintahan Sultan Zain Al-Abidin akhirnya ditaklukkan oleh Portugis pada 1521.

Baca juga:  Apa yang Harus Dipersiapkan Masuk Jurusan Sastra Inggris?

Kondisi seperti ini dimanfaatkan oleh Sultan Ali Mughayat Syah, raja Kerajaan Aceh Darussalam untuk mengambil alih Kerajaan Samudera Pasai.

Hingga akhirnya, pada 1524 Kerajaan Samudra Pasai dimasukkan ke dalam wilayah Kerajaan Aceh Darussalam.

Hal tersebut dibuktikan dengan dipindahkannya Lonceng Cakra Donya milik Kerajaan Samudera Pasai ke Kerajaan Aceh Darussalam.

Peninggalan Kerajaan Samudra Pasai

Selama 3 abad berdiri, Kerajaan Samudera Pasai memiliki sejumlah peninggalan bernilai sejarah tinggi.

Peninggalan Kerajaan Samudera Pasai antara lain berupa:

  • Dirham
  • Cakra Donya
  • Naskah Surat Sultan Zainal Abidin
  • Stempel Kerajaan
  • Beberapa nisan atau makam para raja yang pernah berkuasa di Kerajaan Samudera Pasai.

Nah, itulah penjelasan lengkap mengenai sejarah, silsilah raja, penyebab kemunduran, hingga peninggalan di Kerajaan Samudra Pasai. Semoga bermanfaat ya.