5 Cara Menghindari Plagiarisme Paling Ampuh, Coba Sekarang!

OMTELOLET – Plagiarisme atau plagiat seringkali terjadi di berbagai jenis karya. Plagiarisme sering ditemukan pada proses menulis karya ilmiah. Yuk, simak cara ampuh menghindari plagiarisme.

Plagiarisme merupakan bentuk kejahatan pelanggaran hak cipta yang cukup fatal bagi mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan.

Jenis Plagiarisme Berdasarkan Proporsi yang Dibajak

Plagiarisme memiliki 3 jenis kesalahan, meliputi:

1. Plagiarisme Ringan

Plagiat ringan adalah penulisan karya tulis atau buku oleh penulis dengan tingkat plagiasi kurang dari 30%, plagiasi tingkat ini biasanya termasuk plagiasi yang ditoleransi oleh beberapa perguruan tinggi.

Baca juga:  Apa Kuliah Dokter Harus IPA? Simak Informasi Lengkap Jurusan Kedokteran Berikut Ini

2. Plagiarisme Sedang

Plagiat Sedang adalah penulisan karya tulis atau buku oleh penulis dengan tingkat plagiasi antara 30%-70%, plagiasi tingkat ini harusnya tidak diperbolehkan dan harus direvisi.

3. Plagiarisme Total

Plagiat Total adalah penulisan karya tulis atau buku oleh penulis dengan tingkat plagiasi lebih dari 70%, plagiasi tingkat ini tidak dapat ditolerir dan karya tersebut harus direvisi atau bahkan tidak diakui karena isi karya melanggar hak cipta.

Cara Menghindari Plagiarisme

Dilansir dari teknik.unpas.ac.id, berikut ini adalah 5 cara untuk mengindari plagiarisme dari sebuah karya.

1. Sertakan Sitasi

Penggunaan referensi atau sumber rujukan sangat penting karena memiliki fungsi memperkuat karya ilmiah yang sedang dikerjakan, akan tetapi penulis perlu menyertakan sitasi atau sumber rujukan pada setiap opini, ide, gagasan dan sejenisnya kedalamnya.

Baca juga:  Simak Jadwal PPDB Jakarta 2022 untuk Jenjang SD, SMP, SMA dan SMK

Hal ini juga berlaku pada hasil modifikasi tulisan atau yang dikenal sebagai parafrasa selama tulisan yang dibuat memiliki ide dan gagasan yang mirip atau tidak berasal dari buah pikir penulis sendiri.

2. Catat berbagai sumber daftar pustaka sejak awal

Bagi mahasiswa atau dosen yang sedang mengerjakan tugas akhir atau skripsi, paper, dan sebagainya alangkah lebih baik jika dari awal penulis sudah menyiapkan berbagai sumber yang dibutuhkan dan memasukkannya di daftar pustaka.

Hal itu dilakukan untuk memastikan bahwa penulis asli dari kutipan, opini, hingga hasil penelitian yang penulis rujuk sudah tercantum pada karya ilmiah yang sedang dikerjakan.

3. Lakukan parafrase

Penulis dapat melakukan parafrasa baik kutipan, opini, dan sejenisnya yang didapatkan dari sumber rujukan agar tidak terlihat copy paste dan berpotensi plagiarisme,

Baca sumber rujukan dan pahami setiap kata yang akan digunakan, tulis ulang sumber rujukan tersebut dengan kalimat baru namun tidak menghilangkan ide atau gagasan yang dimaksudkan. Jangan lupa untuk tetap menyertakan sitasi dari sumber rujukan.

Baca juga:  Menilik Beberapa Jurusan Sepi Peminat di Kampus

4. Lakukan interpretasi

Penulis perlu melakukan interpretasi sumber rujukan lain sebagai bahan pembanding atau dipinjam, sederhananya jika penulis pro pada suatu gagasan maka harus dihadirkan kontra dari gagasan tersebut.

Akan tetapi, melakukan interpretasi dinilai cukup rumit dan biasanya dilakukan seperlunya saja agar tidak keluar dari lingkup karya ilmiah yang ditetapkan.

5. Gunakan aplikasi antiplagiarisme

Setelah karya ilmiah atau buku selesai, kamu perlu memastikan agar tulisanmu terbebas dari plagiarisme, banyak aplikasi uji plagiarisme online.

Kamu dapat mengakses secara gratis maupun berbayar atau dengan memanfaatkan fasilitas uji plagiarisme yang tersedia di kampus masing-masing.

Berikut ini adalah uji plagiarisme berbahasa Indonesia yang bisa kamu gunakan:

1. http://plagiarisma.net/

2. http://www.quetext.com/

3. http://www.plagscan.com/plagiarism-check/

4. https://www.plagiarismsoftware.net/

5. http://plagiarismcheckerx.com/

6. https://copyscape.com

Nah, itulah cara mengindari plagiarisme yang bisa kamu terapkan jika membuat sebuah karya. Semoga bermanfaat ya.